Laskar Pelangi

Laskar Pelangi

*Natanael D.*

*Glory-XII/10*

Laskar pelangi adalah sebuah cerita novel yang diciptakan oleh Andrea Hirata. Kemudian seorang produser Riri Reza dijadikanlah novel tersebut menjadi film layer lebar. Sebuah film yang memvisualisasikan sebuah karya tulis yang menjadi salah satu novel best seller saat itu di tanah air Indonesia. Mengambil setting daerah Belitong, didaerah Bangka Belitung, sama seperti cerita di dalam novel. Film ini bertemakan kemiskinan, pendidikan, cinta – kasih , kesetiakawanan, dan kelucuan dari figure anak – anak. Hehehe..

Dimulailah sebuah kisah anak – anak Belitong yang ingin sekali memperoleh pendidikan dengan latar belakang keluarga yang miskin. Sekolah Muhamadyah Gantong adalah sekolah yang nasibnya bergantung dari jumlah siswa yang ada, karena selama ini tidak ada siswa yang masuk ke sekolah tersebut. Masa penerimaan siswa kelas satu dimulai, SD PN Timah dimasuki banyak sekali anak yang berlatar belakang ekonomi yang mampu. Sedangkan SD Muhamadyah ini siswanya berekonomi rendah.

Sekolah ini sudah diancam ditutup bila jumlah anak yang diajar kurang dari 10 anak. Hari itu hari yang menegangkan bagi Bu Muslimah dan Pak Harfan serta sembilan anak yang sudah menunggu di sekolah di desa Gantong tersebut. Lalu setelah lama sekali menunggu, datanglah Harun, seorang murid terakhir yang datang sehingga membuat sekolah tersebut kembali dibuka dan tidak jadi ditutup.

Lima tahun bersama, Bu Mus dan Pak Harfan dengan ke-10 muridnya dengan keunikan masing – masing berjuang terus untuk bisa hidup sekolah. Rata-rata orang tua mereka menjadi kuli di pabrik TN Timah, berjualan di pasar, dan ada juga yang orantuanya bekerja menjadi nelayan. Lintang adalah anak pesisir. Dia menjadi salah satu anak cerdas di sekolah Muhamadyah itu. Terkadang dia juga membantu orangtuanya pergi melaut untuk mencari nafkah. Dia juga berteman dengan murid SD PN Timah dan terkadang dia mendapat majalah National Geographic dari teman perempuannya itu.

Suatu hari Kepala Sekolahnya mengajarkan sesuatu petuah yaitu untuk menjadi murid yang pantang menyerah. Dia sering sekali mengulang kata – kata tersebut. Jangan menyerah, jangan menyerah dan jangan menyerah. Selain itu ada motto lain yang dia berikan, yaitu berilah kepada orang lain sebanyak – banyaknya, jangan kamu menerima sebanyak-banyaknya dari orang lain. Perkataan yang satu ini juga ia ulangi berkali – kali supaya kata – kata ini mengakar di dalam kehidupan para muridnya.

SD PN Timah adalah sekolah yang hebat, banyak dari mereka yang bersekolah disana adalah orang – orang yang kaya. Jumlah guru mereka jelas lebih banyak dari SD Muhamadyah Gantong yang hanya berjumlah 2 guru dan Kepala Sekolah. Bu Mus berulang kali mendapat tawaran mengajar di SD PN Timah oleh Tora Sudiro. Tapi Bu Mus tetap tidak mau karena sayangnya dia terhadap sekolah dan murid-muridnya.

Suatu hari, guru lelaki yang mengajar bersama Bu Mus mengundurkan diri karena ada tawaran mengajar di sekolah lain dan ia menerimanya. Walaupun sudah dicegah sebagaimanapun, akhirnya Bu Mus dan Pak Kepsek melepas kepergiannya. Akhirnya hanya Bu Mus dan Pak Kepsek yang mengajar. Saat itu juga, Aling, perempuan yang disukai oleh Ikal saat mengambil kapur di pasar, pergi ke Jakarta, dan A Ling hanya memberi Ikal sebuah kotak yang bergambar kota Paris. Ikal masih bingung saat itu.

Suatu kali ada perlombaan karnaval tahunan di Beloting tingkat SD. Lalu didaftarkannya SD Muhamadyah oleh Bu Mus. Ditunjuklah si Mahar yang memang nilai keseniannya paling tinggi di sekolah. Setelah lama merenung mencari ide, maka ia menemukan ide yang bagus untuk ditampilkan di karnaval. Saat tampil, banyak orang yang memperhatikan dan bertepuk tangan untuk mereka. Sebelumnya mereka cukup minder melihat sekolah – sekolah lain yang penampilannya lebih baik. Namun, atas kerja kerasnya, penampilan SD Muhamadyah yang menggunakan pakaian ala suku pedalaman akhirnya memperoleh hasil terbaik yaitu juara karnaval tahun itu.

Setelah mendapat juara, mereka sempat terheran-heran mengapa mereka yang memperoleh juara satu dan hanya memelototi piala juara satu tersebut. Akhirnya dari pusat mengirimkan sebuat almari kaca untuk memajang piala tersebut. Lalu Pak Kepsek memberi semangat lagi kepada murid – muridnya. Dia berkata, ayo teruskan usaha kalian untuk mengisi almari itu dengan piala – piala yang lain. Waktu berselang, teman perempuan dari SD PN Timah ngotot pindah ke SD Muhamadyah karena mungkin mereka kalah dalam karnaval. Dia datang membawa banyak sekali buku – buku pelajaran, majalah – majalah , apa pun itu yang membantu SD Muhamadyah dalam belajar. Murid – murid, Bu Mus dan Pak Kepsek semula bertanya – tanya mengapa anak yang kaya ini ingin pindah ke SD Muhamadyah.

Akhirnya murid – murid dan guru dan Pak Kepsek menerima siswa pindahan itu dengan baik. Namun, tak lama kemudian Pak Kepsek sakit – sakitan dan akhirnya dia meninggal dunia. Ke-10 Siswa dan Bu Mus terbawa suasana haru duka sehabis meninggalnya Kepala Sekolah mereka. Tak terasa, sekarang yang ada hanyalah Bu Mus yang mengajar sendirian Sekolah Muhamadyah tersebut. Bu Mus sempat tidak mau mengajar ke sekolah. Saat itu yang datang hanya Ikal danLintang.

Mereka berdua memang semangat belajar. Karena tidak mau sekolahnya vakum, maka mereka berdua berinisiatif untuk menjemput satu persatu teman – teman mereka. Setelah itu mereka tak lupa juga menjemput Bu Mus untuk datang mengajar.

Setelah itu, datanglah berita bahwa akan ada lomba cerdas cermat se-Belitong. SD Muhamadyah pun langsung mempersiapkan semuanya dengan baik. Mereka berlatih setiap hari, mereka tebak – tebakan satu sama lain. terkadang Bu Mus yang memberikan tebakan, terkadang mereka belajar sendiri dari buku – buku yang ada.

Tibalah saat yang ditunggu – tunggu. Hari dimana lomba cerdas cermat digelar. Semua siswa telah menunggu Lintang si anak pesisir itu yang notabene adalah anak paling cerdas matematikanya. Lama menunggu akhirnya dia ditinggal berangkat teman – temannya dan membiarkan Pimpinan pusat untuk menunggu Lintang karena dia membawa mobil. Ternyata si Lintang lama dijalan karena ia bertemu dengan buaya besar yang menghalangu jalan. Dia hanya bisa menunggu lama buaya itu untuk pergi. Namun lama sekali buaya itu tidak bergerak, hingga datanglah seorang tua yang tak dikenalnya yang mengusir buaya tersebut. Lalu Lintang segera menggenjot sepedanya menuju ke sekolah. Akhirnya dia tiba di sekolah dan berangkat ke tempat lomba.

Di tempat lomba semua orang sedang menunggu si Lintang yang hanya tinggal dia seorang yang belum datang. Saat waktu hampir dimulai, akhirnya dia datang. Perlombaan dimulai, berbagai pertanyaan diberikan oleh juri. Kebanyakan soal yang diberikan oleh SD PN Timah dan SD Muhamadyah. SD yang satunya tidak begitu mendominasi. Saat soal matematika, si Lintang menghitung lebih cepat dari semua siswa yang lainnya. Saat skor PN dan Muhamadyah sama, ada soal tambahan yaitu soal cerita matematika. Si Lintang dengan cepatnya menjawab perrtanyaan itu. Namun, karena hasilnya tidak sama dengan kunci juri, maka SD Muhamadyah salah dan poinnya dikurangi 10. Maka juaranya adalah SD PN Timah. Akan tetapi, oleh Guru SD PN Timah, yaitu yang diperankan oleh Tora Sudiro, membenarkan bahwa hasil hitungan dari Litang adalah jawaban yang betul. Juri sempat meragukan karena dari tadi Lintang menghitung tanpa coret – coretan dan asal jawab saja. Padahal siswa lainnya sibuk menghitung, dia sendiri sudah tau jawabannya. Akhirnya oleh juri disepakati bahwa soal tersebut di cari lagi jawabannya. Lalu, atas inisiatif dari Lintang sendiri, ia meminta papan tulis dan kapur untuk menjelaskannya. Dan, memang terbukti jawaban Lintang betul dan akhirnya Juara satunya diberikan kepada SD Muhamadyah.

Hasil juara tersebut membanggakan Bu Mus dan murid – muridnya. Terlebih si Lintang yang menjadi penentu kemenangan mereka. Saat pulang membawa trophy kemenangan, Lintang menunggu sang Ayah yang tidak kunjung pulang ke rumah. Lama sekali hingga keesokan harinya dia menerima kabar bahwa Ayahnya telah meninggal dunia saat melaut mencari ikan di pagi hari saat ia ikut lomba cerdas cermat. Tentunya sang Ayah akan sangat bangga melihat anaknya menjadi juara satu, apalagi menjadi anak yang pintar. Akan tetapi, kematian telah datang lebih dulu.

Setelah itu, Lintang segera menulis surat untuk dikirim ke SD Muhamadyah. Isinya kalau tidak salah yaitu Aku tidak bisa berangkat sekolah lagi. Ayahku meninggal, jadi aku harus menjaga adik – adikku. Memang si Lintang ini hanya punya seorang Ayah dan entah kemana Ibunya karena tidak disebutkan alasannya di film ini. Akhirnya murid – murid dan Bu Mus sudah lama sekali tidak bertemu bersama dengan Lintang.

Waktu berjalan, tahun 1999 PN Timah ambruk karena harga komoditas timah turun drastis. SD PN Timah hancur karena sumber dana dari Pabrik PN Timah sudah tidak ada. Keadaan semua berubah, setelah lama si Ikal kuliah ke Jakarta, ia kembali ke Belitong dan tidak disangka ia bertemu dengan Lintang sahabatnya. Lintang menjadi semacam bos nelayan disana dan dia sudah mempunyai satu anak perempuan yang sama jeniusnya. Dan, si Ikal bercerita ke Lintang bahwa dirinya memperoleh beasiswa belajar ke Paris ke tempat impian semua orang dan seperti apa yang ada di kotak peninggalan dari A Ling. Jadi maksud dari kotak A Ling itu adalah gantungkanlah cita – citamu setinggi langit, seindah Paris.

Analisa

Laskar Pelangi adalah para anak – anak kecil yang di didik dan diajar untuk memiliki cita – cita yang setinggi langit. Di sini terdapat banyak sekali pelajaran – pelajaran yang memiliki kegunaan di kemudian hari. Seperti kesetiakawanan dari para Laskar Pelangi. Kesepuluh anak yang sama – sama dari ekonomi rendah, satu sekolah, merasa senasib sepenanggungan. Mereka sangat mencintai satu sama lain. Walaupun terkadang ada masalah di dalam keluarganya.

Terkadang kita merasa, aku ini anak orang kaya. Tidak perlu belajar tinggi – tinggi toh nanti kita dapat warisan dari orang tua kita. Atau kita hanya bermalas – malasan menikmati harta orang tua kita yang sudah ada. Kita merasa kita hanya perlu menikmati apa yang ada dan tidak perlu bekerja keras untuk memperoleh sesuatu. Padahal banyak orang di sana menjadi yatim piatu, pengemis, gelandangan, PSK, germo, jambret, dan ada juga yang mati kelaparan atau mati karena gizi buruk.

Kita selalu memikirkan hal – hal yang enak – enak saja. Kita sering kali tidak mau ambil susahnya. Kita tidak habis piker bagaimana mencaqri uang, tetapi bagaimana menghabiskan uang yang ada terus – menerus itu. Kita selalu berada di zona nyaman kita. Kapan kita dapat merasakan beratnya hidup jika kita hanya berkutat dalam zona nyaman kita saja ?

Contoh dari Belitong ini, kebanyakan para bapak bekerja di PN Timah menjadi buruh untuk memperoleh nafkah, untuk menghidupi anak istrinya dan dirinya sendiri. Ada juga yang berjualan ke pasar. Ada juga yang menjadi supir mobil, ada juga yang menjadi tukang jahit dan yang hidup di pinggir laut yha bekerja menjadi nelayan. Setiap hari tidak pernah lelah mencari uang ke sana – sini, tidak pernah berpikir yang macam – macam.

Bayangkan anak muda sekarang ini. Kalau pusing karena pelajaran atau masalah lainnya, mereka lari ke pergaulan bebas, narkoba, dunia gemerlap dan hal – hal negatif lainnya. Sebaiknya khan mereka tidak lari dari masalah itu, tetapi menyelesaikan masalah mereka sampai ketemu solusinya karena itulah tugas manusia diciptakan di dunia ini. Kalau manusia berpikiran bahwa dia hidup untuk menghancurkan dunia dan bukan untuk memperbaiki dunia maka manusia itu telah kerasukan setan atau dia telah dicuci otak untuk menjadi teroris. Hehehe…

Orangtua para laskar pelangi menyekolahkan mereka dengan cita – cita agar nanti besar mereka menjadi orang yang memajukan daerahnya yaitu Belitong, membanggakan orangtuanya dan dapat mencari nafkah sendiri. Mereka tidak ingin anak mereka hanya bisa meratapi nasib dan tidak dapat merubah nasib. Misalkan saja Lintang yang harus rela kehilangan orangtuanya karena pekerjaan ayahnya yang ditekuni setiap hari. Oleh karena itu Lintang pun belajar dengan semangat untuk membanggakan ayahnya seorang.

Selain itu oleh karena didikan pula kita dapat memiliki angan – angan yang tinggi. Andai saja sekolah mendidik agar setelah lulus sekolah nanti kamu menikah saja dan memiliki anak yang banyak. Lalu, anaknya mau dikasih makan apa? Isterinya? Suaminya? Untung saja sekolah Muhamadyah, sekolah para Laskar Pelangi ini mengajar nilai – nilai yang positif agar mereka tetap semangat untuk belajar, agar mereka menggantungkan cita – cita setinggi langit, dan mereka juga menjadi orang yang dermawan, baik hati, suka memberi dan tidak memiliki mental meminta – minta.

Setelah mereka memiliki mental yang positif tersebut, akhirnya mereka punya usaha untuk meningkatkan taraf hidupnya. Seperti contohnya Si Ikal yang mau pergi jauh – jauh ke Jakarta untuk mencari ilmu dan akhirnya mendapatkan beasiswa ke Paris untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Ikal yang adalah hanya seorang anak buruh di PN Timah, ia bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi sehingga bisa menaikkan pendidikan yang dimiliki, atau yang biasa disebut dengan elevator sosial (social elevator).

Selain itu ada perubahan standar hidup saat salah satu guru SD Muhamadyah pindah sehingga memperoleh gaji yang lebih besar dari sekolah lain tersebut. Selain itu ada juga hal lain yang bisa diterima yaitu masuknya budaya musik lain seperti musik jazz kesukaan dari Si Mahar yang suka sekali dengan kesenian dalam negeri maupun kesenian luar negeri yang sama – sama bagusnya. Perubahan – perubahan yang terjadi di Belitong menjadi suatu progress yang baik membuat Belitong semakin maju dan lebih kaya akan perubahan – perubahan baru yang memajukan daerah Belitong.

Para laskar pelangi sudah bisa dibilang menjadi manusia yang modern. Mereka memiliki sifat percaya diri, perhitungan, menghargai orang lain, menjunjung tinggi sutau sikap di mana imbalan yang diterima seseorang haruslah sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat, memiliki perencanaan yang matang, mengahargai waktu, berorientasi ke depan, memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat, dan memiliki sikap hidup yang terbuka untuk menerima hal – hal baru dan menerima perubahan. Sikap – sikap mereka ini tidak luput dari didikan Bu Mus dan Pak Kepala Sekolah yang baik hati dan senantiasa mengingatkan akan nilai – nilai positif yang harus selalu mereka ingat – ingat.

Sedikit intermezzo dari saya, saya sangat menyukai dan menikmati original sound track (ost.) Laskar Pelangi ciptaan Nidji tersebut. Berikut adalah teks lagu tersebut yang sering saya dengarkan dan akhirnya saya catat lagu tersebut.

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia

Bernyanyilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya

Laskar Pelangi tak kan terikat waktu

Bebaskan dirimu diangkasa lengkapi bintang di jiwa

Reff

Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada yg kuasa

Cinta kita di dunia selamanya

Cinta kepada hidup tanpa hiraukan senyuman abadi

Walau hidup kadang tak adil tapi cinta lengkapi kita

Laskar Pelangi tak kan terikat waktu

Jangan berhenti mewarnainya, jutaan mimpi di bumi

Saya cukup tersentuh dan terharu mendengarkan lagu ini. Lagu ini sudah cukup mengisahkan bagaimana cerita dari Laskar Pelangi tersebut. Dari mendengarkan saja saya sudah bisa membayangkan bagaimana kisah para Laskar Pelangi. Terlihat dari teks lagu tersebut bahwa mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Maksudnya, kita ini dapat merubah dunia kearah yang lebih baik atau lebih buruk. Tergantung dari kita para umat manusia mau ke arah yang mana ? Tentunya sebagai orang yang waras tentu kearah yang baik betul ?

Apalagi saat reffnya tiba, begitu haru mendengarkan lagu tersebut. Lagu itu mengingatkan kita bahwa disetiap keadaan kita harus tetap tertawa, sukacita, bersyukur selalu kepada Tuhan, bukan kepada orang lain, hewan atau tumbuhan yang disembah – sembah. Tuhan kita yang telah mencitakan segalanya indah. Tergantung pada orang yang menggunakannya. Walau kadang kita merasa hidup ini tak adil, bagi orang yang mudah putus asa, film dan lagu ini dapat menggugah semangat mereka untuk bangkit dari keterpurukan dan meninggalkan hal – hal negatif yang selama ini mereka lakukan. Hidup ini berharga, jangan di buat untuk main – main.

Akhir kata, jangan pernah berhenti oleh karena suatu masalah, tetapi hadapi masalah itu dan selesaikan sampai tuntas sehingga tidak ada masalah lagi. Jangan pernah berhenti untuk bermimpi setinggi – tingginya dan percaya kepada Tuhan bahwa dia akan membukakan jalan untukmu meraih cita – citamu itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: