Presiden Tegur Pemda yang Konsumtif

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Selasa, 28 Maret 2006 | 16:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Susilo Bambang Yudhyono menegur kepala daerah yang dinilai konsumtif dan boros dalam membelanjakan anggaran daerahnya.

Menurut Presiden, dirinya masih melihat kepala daerah yang menggunakan anggaran belanja daerahnya untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif, boros dan tidak produktif, jauh dari kepentingan pokok rakyatnya. Misalnya anggaran untuk pembangunan gedung dan mobil mewah.

“Harus dinomorsekiankan pembangunan gedung-gedung dan pembelian mobil-mobil yang bisa lebih dihemat. Yang harus dinomorsatukan adalah adalah pendidikan dan kesehatan termasuk infrastruktur dasar di daerah, karena itu yang diperlukan masyarakat lokal,” ujar Presiden usai melakukan rapat konsultasi dengan Dewan Perwakilan Daerah di Istana Negara hari ini.

Guna mengindari pemborosan dan penggunaan anggaran yang tidak semestinya, Presiden meminta semua pihak, terutama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit atau pemeriksaan, apakah anggaran telah digunakan dengan baik atau tidak.

“Kita kerja keras siang dan malam untuk membangun ekonomi kita, untuk meningkatkan penerimaan negara, agar sumber-sumber anggaran lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan di seluruh negeri ini,” ujar Presiden.

Presiden sendiri, lanjutnya, tidak bisa memberhentikan kepala daerah yang terbukti menyelewengkan anggarannya atau yang melakukan penyimpangan serius, karena kepala daerah dipilih langsung oleh rakyatnya, karena itu Presiden meminta DPRD sebagai pengontrol aktif melakukan pengawasan.

Sunariah

RESUME

Saat ini kita hidup dalam zaman post-modern. Dimana post-modern ini adalah zaman dimana kita hidup di dalam relatifitas. Semua orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Relatif menurut pemikiran masing-masing. Jika seseorang memandang foto-foto sexy adalah hal yang tabu, orang lain bisa saja mengatakan bahwa foto-foto sexy itu adalah bagian dari seni photography. Inilah saat dimana kita hidup dalam relatifisme.

Dari artikel diatas para Pemerintah Daerah melakukan perilaku konsumtif. Dimana konsumtif adalah pemakaian jasa atau barang yang hanya untuk memenuhi keinginan hati sendiri atau pun hanya untuk gengsi-gengsian. Mereka menganut paham konsumerisme, yaitu paham dimana kebahagiaan, kesenangan hidup hanya diperoleh dari mengkonsumsi suatu benda.

Lalu mereka, para petinggi-petinggi negara, melakukan konsumsi yang besar-besaran tanpa mempedulikan nasib keuangan negara. Jika mereka menghambur-hamburkan uang, maka para rakyat kecil yang seharusnya memperoleh subsidi, hibah,fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan lainnya malah tidak bisa diperoleh oleh karena konsumsi negara yang begitu besar. Dari hal ini dapat saya simpulkan bahwa orang mulai berkelakuan eogis dan semaunya sendiri. Inilah dampak dari era globalisasi post-modern.

Namun, apakah dengan begitu anda juga ikut-ikutan dengan dampak post-modern? Saya sendiri tetap akan menjadi pribadi saya. Tapi memang saya akui bahwa saya juga orang yang konsumtif. Terutama dalam hal makanan. Yah, maklum saja tubuh saya yang gemuk ini memaksa saya untuk mengkonsumsi banyak sekali makanan. Hehehe. Saya akui saya ini agak pelit dalam hal makanan. Karena, jujur saja, untuk makan saya sendiri saja butuh banyak. Tentu saja saya tidak ingin berbagi dengan orang lain.

Tetapi, setelah saya sadari bahwa perilaku konsumtif itu tidak baik untuk orang lain, ternyata ada juga hal yang tidak baik untuk diri saya. Yaitu , saya bisa bertambah gemuk nantinya. Seperti ada tertulis didalam Yakobus 3:16 yang berbunyi : “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat”. Oleh karena itu, refleksi saya dari artikel di atas adalah mau mengurangi hal konsumtif saya dan mulai untuk mau berbagi bagi sesamaku manusia. Karena saya ingat bahwa ada ayat yang mengatakan “Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri”(Matius 19:19). Semoga resume ini bisa menyadarkan saya dan anda juga. Terima kasih. God Bless Us!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: